Diposkan pada experience, Finance Talk, personal talks, RBMIPJakarta, writober

Bulan: Hari Paling dinanti Setiap Bulan, Its Payday

Tanggal yang selalu dinantikan setiap bulan berlalu adalah tanggal 25 atau payday setiap bulannya, yes or yey?😁

Ilustrasi uang yang diperoleh ketika hari gajian atau payday tiba (credit by Google)

Hayo ngaku siapa yang gak menantikan payday setiap bulannya? Dari anak sekolah sampai orangtua pasti menantikan payday, biasanya di akhir atau awal bulan. Hal ini sangat saya tunggu setiap bulan berlalu, terutama sejak mempunyai penghasilan sendiri. Bahkan kalau sudah terasa kanker atau kantong kering berasa tanggal payday lama banget yak? Pas hari H dateng, besoknya kembali menghitung hari menuju payday, sekitar 30 hari lamanya. Biasanya pas hari H payday sudah dialokasikan pos-pos nya untuk apa jadi berasa kosong kembali huhu 😅Tanggal yang selalu saya tunggu setiap bulan ini muncul setelah saya punya penghasilan sendiri sejak kuliah. Karena ketika sekolah biasa diberikan uang harian dan pas SMA mulai mingguan untuk belajar mengatur uang sendiri, kebetulan papah itu wirausaha jadi gak harus nunggu payday rejeki insya Allah selalu ada setiap harinya. Nah, mulai kerasa banget ketika papah meninggal pas semester 3, jadi saya harus mulai mencari dan menghasilakan uang sendiri untuk uang saku sehari-hari juga keperluan kuliah lainnya, mines bayar spp masih ditanggung oleh Om yang melanjutkan usaha papah. Dimulai dengan jadi asisten dosen dengan honor bulanan, ngajar bimbel juga honor bulanan. Jadi, dengan adanya jadwal payday ini membuat saya belajar mengatur uang, total penghasilan berapa per-bulan, lalu berapa batas maksimal yang harus saya keluarkan per-hari dan berapa yang harus saya sisihkan utnuk ditabung. Meskipun sudah direncanakan, tapi ada saja pengeluaran mendadak yang membuat kanker seketika padahal payday masih lama, ini lah fungsinya uang simpenan atau tabungan.

Ilustrasi alokasi dana ketika payday (credits by mandiri.investasi.co.id)

Beralih ke masa kerja, tanggal 25 adalah tanggal yang paling ditunggu setiap bulannya. Dan, setelah kerja inilah tambah banyak pengeluaran, seperti bayar kosan, beli makan dan juga menyisihkan uang buat mamah dirumah dan juga zakat/infaq/sedekah. Selain tabungan, pada masa kerja saya juga menyisihkan dana untuk liburan, menyalurkan hobi dengan travelling atau hiking setiap setelah payday bersama teman-teman. Alhamdulillah rejeki selalu ada.Beranjak pasca menikah dan sudah resign kerja, tetep dong payday tiap bulan dinantikan. Meskipun tidak lagi dari perusahaan tapi kecipratan payday bulanan suami hihi. Tapi ya jelas sudah beda jauh peruntukannya saat ini karna lebih untuk keluarga dirumah. Selain kecipratan payday bulanan suami, saya juga kecipratan payday bulanan temen-temen yang langganan order produk olshop saya juga. Nah, biasanya temen-temen ini order pasca payday karena sudah mengalokasikan dana untuk membeli beberapa kebutuhan mereka pribadi atau keluarga. Alhamdulillah orderan pas payday bulanan juga meningkatkan 😀. Masya Allah begitulah rejeki dari Allah.

#writober #RBMIpJakarta #Ibuprofesionaljakarta #Day7 #bulan

Diposkan pada ibuk dan kanzia, parenting, personal talks, RBMIPJakarta, writober

Kenapa: Arti dibalik Tangisan si Kecil

“Oek.. Oeok.. Oekk… ”

Ilustrasi ketika si kecil menangis (credit by alodokter.com)

Bagi ibu baru tangisan bayi akan selalu menghiasi hari-hari baru hingga di kecil dapat ditanya, kenapa menangis? Setiap si kecil menangis bahkan hingga saat ini, Kanzia berusia 16 bulan, saya masih bertanya pada Kanzia “kenapa sholehah? Kanzia sedih? mana ada yang sakit?”. Dan pertanyaan lainnya, Alhamdulillah saat ini Kanzia sudah bisa diajak komunikasi misal dia jawab sakit, jatuh, takut dan lainnya.

Namun, masalahnya ketika masih bayi atau si kecil belum bisa mengungkapkan kebutuhannya dia mengekspresikan dengan tangisan, tangisan ini merupakan cara si kecil berkomunikasi untuk menyampaikan keinginannya pada kita loh bu, sebagai ibu ini akan menjadi teka-teki, kenapa lagi si kecil menangis? Padahal baru saja tadi disusui berarti bukan lapar atau haus. Kali ini kenapa? Bisa jadi popoknya basah karna buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB), sehingga si kecil merasa tidak nyaman dan ingin segera diganti. Tapi ketika dicek tidak basah. Lalu kenapa? Nah, dsini barangkali si kecil merasa ada yang tidak nyaman dan ingin dipenuhi kebutuhannya.

Ternyata ada beberapa makna dari tangisan bayi bu, menurut George Herman, ahli hipnoterapi dari Mind Clinic, ada 5 kebutuhan dasar bayi ketika menangis yakni; lapar karena ingin minum susu, mengantuk dan ingin tidur, ada gas yang ingin dikeluarkan lewat sendawa, dan perut bagian bawahnya sakit karena ingin keluar gas atau buang air. Dan ini bisa dilihat juga didengar dari suara tangisan yang keluar dari mulut si kecil, seperti Neh: ada suara “nnn” di depan tangisan si kecil, ini artinya si kecil lapar dan ingin minum susu.

Dilansir dari The Asian Parent, ada 6 jenis tangisan si kecil yang harus kita ketahui nih bu, yaitu tangisan kelaparan karena ingin minum susu, tangisan tidak nyaman semisal BAB, BAK atau dari pakaian yang dikenakakannya, yang ketiga tangisan karena kelelahan yaitu si kecil akan memberi tanda menggosok-gosok mata tanda sedang mengantuk, atau menggerakkan kaki serta tangannya. Hal ini bisa terjadi ketika kita membawa si kecil ke tempat ramai, nah kita bisa mengayunnya sambil membawa ke tempat yang lebih sepi. Keempat, tangisan karena kesepian, iya si kecil bisa jadi kesepian dan enggan ditinggal sendirian, kita bisa kembali mendekapnya bu dan kelima tangisan karna kesakitan, bisanya si kecil akan menangis dan menjerit dengan suara yang sangat keras. Terakhir tangisan karena tidak sehat , bisanya suara tangisan lebih lemah, dan lebih sulit ditenangkan. Jika hal ini terus terjadi dan ada tanda sakit pada si kecil misal demam, diare dan keadaan si kecil tambah parah segera bawa ke dokter ya bu.

Ingat masa-masa Kanzia bayi dulu, setiap menangis ibuk akan sodorkan ASI dari payudara, tapi jika baru saja menyusu tapi Kanzia menangis dan ketika dicek popoknya tidak basah ibuk bingung sendiri. Namun, seteleh sedikit mempelajari makna tangisan bayi juga kebutuhan bayi, ternyata ibuk baru tau bahwa bersendawa setelah menyusui adalah kebutuhan bayi, maka selanjutnya, ibuk akan menyendawakan Kanzia. Jadi jika setelah disusui lalu si kecil di tidurkan dan menangis bisa jadi ingin bersendawa. So, setelah disusui si kecil jangan langsung kembali di tidurkan di kasur ya bu. Cara menyendawakan si kecil yaitu dengan meletakannya di salah satu pundak kita sambil ditepuk lembut punggung atasnya. Setelah gas keluar, si kecil akan lebih lega dan biasanya akan kembali tenang atau tertidur karena kenyang dan nyaman sudah menyusu dan bersendawa.

Ilustrasi cara menyendawakan bayi (credits by MotherandBaby.com)

Bermain tebak-tebakan dengan tangisan bayi butuh kesabaran ekstra ya bu, apalagi ketika baru melahirkan, kita jadi kurang tidur sebentar-sebentar si kecil menangis. Tapi dont worry, ibu-ibu sekarang bisa lebih happy loh tanpa harus pusing mikir melihat tanda, kenapa lagi si kecil menangis? Karena dosen IPB telah menciptakan aplikasi penerjemah tangisan bayi, ibu Medhanita Dewi Menanti (36) memberi nama aplikasi ini dengan Madsaz. Aplikasi ini dapat menerjemahkan tangisan bayi usia 0-3 bulan, dengan jenis tangisan yaitu bayi lapar, bayi lelah atau mengantuk, bayi ingin bersendawa, bayi masuk angin atau perut kembung dan bayi yang tidak nyaman bisa karena popok basah, udara terlalu panas atau dingin. Wuah, kece banget kan 😃 dan hingga tanggal 14 Januari 2019, aplikasi tersebut sudah di-download sebanyak 7.190 dari 98 negara (info dari Kompas online). Harus segera download nih ibu-ibu yang punya bayi usia 0-3 bulan. Next, buat adik Kanzia nanti cobain deh nih, supaya ibuk lebih bisa memahami makna tangisan bayi dengan merekam tangisan si kecil selama 0-20 detik lalu ada hasilnya, juga disertai penanganannya loh bu. Wah, ibu-ibu pasti happy nih..

#writober #RBMIpJakarta #Ibuprofesionaljakarta #Day6 #kenapa

Diposkan pada Uncategorized

Manajemen Konflik Suami Istri

Sesungguhnya tiada rumah tangga tanpa konflik.. Maka dikuliah @bengkel_diri kerumahtanggan kali ini dibahas tentang manajemen konflik rumah tangga bersama @ummubalqis.blog, yang merupakan lanjutan materi kerumahtanggan sebelumnya. ⁣

Dari sini kita jadi tau ada mapping dalam manajemen konflik apa saja? Yaitu sebelum, ketika konflik dan pasca konflik itu terjadi. ⁣

Management preventif sebelum konflik terjadi ⁣

1. Membuat kesepakatan dengan pasangan, things to do jika kelak ada konflik apa yg akan kita lakukan. Sedia payung sebelum hujan. Plan jika didepan ada konflik. Misal, kita sepakat kelak ada konflik ringan, sedang, berat seperi apa? misal kalau berat harus memanggil penengah itu siapa? Solusi nya akan dibawa kemana nih? Misal kita diskusi dengan suami ketika ada orang ketiga dalam rumah tangga kita. Ada orang dari masa lalu suami/istri datang kembali bagaimana? Atau ada problem dikeluarga besar bagaimana? Jadi ketika sudah tau rules nya kita gak perlu baper lagi. ⁣
2. Perbaharui niat, ingat kembali tujuan kita menikah untuk apa? Masa 2 tahun nikah udah cape, jenuh,? Perbaharui niat berdua terus menerus secara reguler. Kembali ingat bahwa menikah bukan untuk mengumpulkan harta banyak-banyakan siapa, mencari popularitas, pun menikah bukan untuk banyak-banyakan anak tapi berdua mencapai ridho Allah.. Perbaharui niat bisa memicu rada syukur kita pada Allah. ⁣
3. Lancarkan kedekatan komunikasi, sampaikan hal-hal yang mengganjal dihati dengan disampaikan. Agar pasangan memahami tanpa perlu membaca kode. Sehingga kita hidupnya santai, terbuka, enak diajak ngomong dan cerdas. ⁣
4. Tambahan Ina: buat daftar kebaikan suami supaya terendam ketika ada konflik ⁣

Pada saat konflik terjadi

1. Redam emosi dan kemarahan dalam-dalam. Jangan terlalu reaktif. Stop dulu untuk berpikir agar apa yang keluar dari ucapan dan tindakan kita itu bener terpikirkan bukan keluar karna emosi semata.

quote dari Abu Darda ” jika aku sedang marah maka aku akan membuat mu jadi ridho, jika kamu sedang marah maka buatkan aku ridho, jika tidak makan kita tidak akan menyatu” Jadi sih intinya salah satu harus adem n ademin dulu. Kalau dua2nya marah makan perang Dunia akan pecah.

2. laksanakan road map, seperti point preventif saat terjadi konflik bagaimana? Redam emosi, bicarakan baik-baik atau jika konfliknya berat bisa mengajak penangan yang bijak dan berilmu. Seperti ustad/ah atau mertua. Seperti kisah Rasulullah dan Aisyah dg penengah Abu Bakar, ketika Aisyah marah dan Rasulullah bertanya kpd aisyah siapa yg beliau percayai untuk menjadi penengah jadi memang baiknya itu ke mertua agar bisa langsung menasehati anaknya.
3. Hindari blaming pasangan. Ingat bahwa kita adalah team yang solutif bukan team yang berkompetisi aku menang kamu salah atau sebaliknya. Maka kita harus berjuang mencari titik temu. Ini adalah persoalan bersama yang mengancam hubungan kita. hindarin bersikap menyalahkan pasangan menjadi over reaktif, karena jika over maka pasangan jadi enggan memperbaiki kesalahan. So, fokus pada problem dan solusi bukan menentukan siapa yg salah dan menang. Jadi kedepannya tidak mudah mengungkit ngungkit kamu salah. Dan akan berlanjut terus
4. Menghindari untuk mengekspos konflik di hadapan anak- anak, jadi bersikap normal aja dihadapan anak-anak mencegah timbulnya trauma atau frustasi pada orangtuanya. Termasuk terhadap keluarga dan juga publik. No umbar di medsos ya.
5. Tambahan Ina: ingat kebaikan-kebaikn pasangan supaya adem emosinya

Pasca konflik terjadi

1. Minta maaf dan saling memaafkan
2. Jika belum dapat berbicara langsung bisa disampaikan lewat tulisan seperti WA atau e-mail
3. Atur perlahan-lahan jadikan konflik itu sesuatu yang tidak penting lagi diingat, balik lagi menikah menikah untuk mencari ridho Allah. So, jangan mengungkitnya pada pasangan
4. Fokus melihat sisi kebaikan pasangan penting diingat2 kebaikannya apa, lambat laut galau dan duka hilang tertutup
5. Senantiasa berpikir positif didepan jalan masih panjang. Bareng2 kedepan fokus menjalankan keluarga kecil kita
6. Jangan membongkar air pada orang lain apalagi publik di medsos. Cukup kita yg tau tutup sedalam2nya agar kelak tidak ada pihak yang tersakiti
7. So kita akan lebih cepat move on dan fokus kembali menjalani hidup berumah tangga untuk mencari ridho Allah.

Diposkan pada experience, personal talks, RBMIPJakarta, writober

Takut: Menghadapi dan Melewati Masa Abortus Complete/Keguguran

Apa yang paling membahagiakan bagi seorang ibu hamil? Ibu dan bayi dalam kandunhan sehat tentunya. Sebaliknya, apa yang paling menakutkan bagi seorang ibu hamil? Ketika ada tanda bahwa ibu dan atau bayi dalam kandungan sedang tidak dalam kondisi optimal dan membutuhkan bantuan medis.

Ini kisah kehamilan kedua saya, dimana ujian itu datang tanpa permisi sebelumnya…


Kamis, 11 September pas tengah malam, nyambi nyusuin Kanzia ngerasa seperti ada cairan keluar dari miss V, pas dicek seperti ngompol karna celana dalam jadi basah, tapi gak berbau dan gak berwarna. Mulai khawatir banget ini apa? Inget pas kehamilan Kanzia intinya klau ada flek sedikit aja patut jadi perhatian, seketika langsung ketakutan kemungkinan terburuk, ditambah pinggang belakang terasa sakit. Setelah shalat Subuh di cek dan kali ini, cairan yang keluar ketika diseka warnanya coklat muda. Tambah lah deg-deg-an, saya memutuskan mulai menggunakan pembalut untuk mengetahui kondisi cairan atau pendarahan yang keluar, dan tiap akan sholat diganti.

Siangnya konsul sama temen yang berprofesi sebagai bidan, teman menyarankan USG juga bedrest dulu, tapi gak bisa bedrest maksimal karna harus ngurus Kanzia dan rumah juga. Hari ini suami gak bisa izin jadi belum bisa USG ke RS. Aktivitas hari ini dibatasi lebih sering main di tempat tidur dengan Kanzia.

Setelah diskusi kembali dengan suami, Jumat pagi kami periksa kandungan di RSUD, dan pas di USG Alhamdulillah janin & kantung rahim masih ada hanya usia janin tidak sesuai dg HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) dimana janin masih berusia 5w6d dan usia hitungan HPHT itu udah 9w. Dokternya gabisa kasih simpulan dan butuh observasi lagi, karna gak ada pembanding USG sblmnya jadi dijadwalkan 2 pekan lagi kembali cek up, tapi jika pendarahan terus berlanjut hingga seminggu atau banyak segera ke UGD aja. Diresepkan obat penguat kandungan yang diminum 2x sehari. Dan disarankan bedrest juga berhenti menyusui Kanzia dahulu.

Setelah Dzuhur tiba-tiba pas BAK keluar darah ngalir warna coklat gitu, langsung mencelos hati, ya Allah kenapa ini? Langsung khawatir banget mendadak nangis, lalu istirahat dan pas bangun mau solat ashar tetiba pembalut banjir sampe tembus. Pas BAK mulai keluar gumpalan-gumpalan darah. Hati memang merasakan khawatir yang sangat, namun dilain sisi saya mencoba tegar dan siap dengan segala kondisi yang sedang dan akan dialami kedepan, sambil terus berdoa yang terbaik pada Allah..

Sore hingga malam menitipkan Kanzia main bersama Mbah nya, saya coba istirahat dirumah mertua selonjoran. Puncaknya abis isya sakitnya udah gak wajar perut kaya dicengkeram dan pinggang kaya ditusuk-tusuk. Kebetulan hari ini suami kuliah dari sore sampe malem. Setelah Isya saya sudah membawa Kanzia siap-siap tidur, namun Kanzia tidak bisa tidur tanpa menyusu dan terus merengek minta susu meskipun sudah coba dialihkan. Akhirnya dia nyusu tapi gak serius juga, sakit perut pun semakin parah, dan menghubungi suami untuk cepat pulang. Suami usahakan pulang secepatnya setelah bahasan tesisnya selesai. Suami pesan, jika sudah tidak kuat untuk minta dianter mertua ke RS.

Sampai jam 10 kami belum tidur, Kanzia juga tumben belum bisa tidur dia terus mengamati ibuk yang meringis kesakitan, juga bolak balik kamar mandi, perut semakin sakit dan mulas rasanya mau BAB dan BAK terus, dan setiap BAB/BAK keluarlah gumpalan-gumpalan darah yang semakin banyak dengan ukuran lebih besar. Dalam 2 jam saja, pembalut ukuran 36cm sudah diganti 3 kali.

Jam 10 lebih rasa sakitnya sudah tidak tertahan lagi begitupun dengan ketakutan yang ada, rasanya sudah seperti sulit hidup dan gerak lagi. Rasa sakitnya melebihi pembukaan ketika akan melahirkan, namun rasa sakit ini tidak ada motivasi sama sekali seperti akan melahirkan untuk bertemu bayi dalam kandungan. Tapi bener-bener hopeless, takut kehilangan janin dalam kandungan. Saya terus meringis hingga menangis sambil istighfar dan Kanzia juga jadi khawatir sama ibuk, dia peluk-peluk, elus-elus wajah ibuk tapi nyambi merengek juga. Masya Allah, seketika punya kekuatan untuk berdiri dan ambil jilbab, lalu menuntun Kanzia pergi kerumah mertua, untuk minta diantar ke UGD/RS.

Jam 10.30 saya diantar bapak mertua, sedangkan Kanzia dititip ke ibu mertua menunggu di rumah. Kami ke RSUD dekat rumah, masuk UGD yang saat itu sedang penuh. Akhirnya mulai mau tindakan dibantu 2 bidan, akan diobservasi seberapa banyak pendarahannya dan dilihat ada pembukaan atau tidak dengan dimasukan alat. Disini langsung ngeri dan nolak tindakan inget dulu pas pasang IUD trauma sampe sesak nafas. Akhirnya setelah coba komunikasi, dirayu mba bidan demi kebaikan , saya tetap menolak lalu menandatangani persetujuan penolakan tindakan untuk laporan ke RS dan DsOG esok pagi. Saya inginnya langsung dilihat dengan USG keadaan janinnya, tapi USG hanya bisa oleh DsOG besok paginya. Selanjutnya, saya direkomendasikan untuk ke RS dengan tingkat diatas RSUD dimana langsung ditangani dokter nya, karna biasanya ada dokter spesialis kandungan yang juga jaga malam. Dikasih pilihan ke RSUP Fatmawati pas juga deket rumah.

Setelah diskusi sama Bapak mertua akhirnya kami putuskan langsung RSUP. Dan Kanzia biar dijaga suami yang sudah sampai rumah, karna Kanzia gak bisa tidur tanpa ibuk atau abi juga kasian Mbah nya kalau rewel. Pas sampe depan UGD RSUP, mertua parkir motor, saya langsung ke satpam bilang saya pendarahan, satpamnya langsung gesit ambil kursi roda lalu dorong saya ke UGD khusus kebidanan dan kandungan.

Disana biasa ditanya-tanya dikit lalu langsung rebahan dan ditanya juga seperti di RSUD mengenai riwayat kehamilan dan melahirkan, juga riwayat kesehatan lainnya. Banyak banget, seperti sejak kapan pendarahan, bagaimana intensitas volume. Setelah menunggu beberapa saat, lalu pas udah nunggu datang dokter spesialis kandungan dengan tampang garang tegas gitu, setelah prepare ini itu, DsOG langsung USG dan katanya gak keliatan, istilahnya itu layar blank gtu, udah deg-degan dan rasa takut kali ini luar biasa namun saya coba tetap tawakkal pada Allah. Ibu Dokternya langsung melakukan cek dalam, pas cek dalam ke 2 dokternya bilang, “nih ya bu udah keluar janinnya sudah meninggal”, sambil menunjukan gumpalan darah setengah genggaman tangan. Bagaimana reaksi saya? Jelas histeris, nangis bingung. Dokternya bilang “ibu kenapa? Alhamdulillah ini langsung keluar udah dijalan lahir. Ibu duduk aja ini bisa langsung keluar, udah tenang dulu ibu kan uda punya anak sudah dewasa dan bla bla…” diceramahin bu dokter hehe. Teges banget deh, kalau yang anak pertama yakin udah histeris lagi.

Alhamdulillah setelah itu bisa langsung tenang, dokternya izin mau membersihkan sisa jaringan didalam. Dicek dalam lagi kali ini lebih kerasa gitulah, terus saya bilang “udah dok?” Katanya “tenang bu daripada dikuret. Ibu mau dikuret aja? Sakit bgt loh bu dikuret bisa melebihi di SC”. Dan seketika langsung diem rileks, gak lama total 4x dokternya masukin tangan plus ambil janin dan 3 kali untuk pembersihan. Selanjutnya dokter melakukan USG transvaginal , ini lama banget sampe saya juga cek HP menghubungi suami, tanya kondisi Kanzia dan mengabarkan kondisi saya pada suami dan ibu mertua dirumah. Kondisi kanzia dirumah yang udah jam 12 malem masih belum tidur juga, katanya pengen dikelonin ibuk karna kebiasa masih nyusu langsung sama ibuk . Setelah dipastikan semua bersih dan difoto hasil USG nya, lalu di bersihkan dan boleh pakai celana kembali, diminta istirahat dahulu untuk dilakukan observasi pasca abortus complete. Tindakan selanjutnya harusnya saya dicek darah, khawatir Hb nya rendah dan butuh tranfusi darah dan ini butuh waktu sampai subuh, karna inget Kanzia di rumah, saya menolak tindakan dan memutuskan pulang saja. Setelah dicek lagi setelahnya, disarankan jika memang merasa tubuh lemah atau pusing harap kembali ke RS, diberikan resep obat untuk membersihkan sisa jaringan dalam rahim dan kontrol seminggu kemudian.

Alhamdulillah saya sudah bisa jalan dengan normal kembali, rasa sakit di perut sudah hilang namun rasa pilu dihati jelas masih terasa dan ini menetap hingga beberapa hari. Ketika sampai rumah, alhamdulilah kanzia sudah tidur digendong suami gamau dilepas di kasur. Saya langsung rebahan dipeluk suami sambil dipijat badannya, cerita yang tadi dialami sampai akhirnya tertidur saking lelahnya. Paling merasa itu badan remuk terutama bagian pundak dan punggung. Katanya sih efeknya sama seperti lahiran normal.


Kehamilan saya kali ini memang beda sekali dengan kehamilan pertama pas Kanzia. Pertama memang tidak kami rencanakan, karna kami tidak KB juga qodarullah Allah berkehendak. Tidak ada tanda kehamilan seperi mual, muntah, lelah dan lainnya, yang ada hanya tanda garis dua ketika ditespack pasca telat haid 1 bulan lamanya. Pertama kami konsul periksa ke bidan dulu, saya sampaikan keluhan yg ada yaitu ngilu hanya diperut bagian kiri, selebihnya normal. Bahkan terlalu normal untuk ibu hamil awal-awal, karna sangat beda dengan Kanzia dulu. Sebelum tespack aja badan udah kerasa ini hamil nih, langsung mual muntah. Namun, dari literatur yang dibaca memang 30% ibu hamil tidak mengalami mual muntah dan itu wajar, meskipun mitos yang berkembang bahwa kehamilan yang tidak disertai mual muntah menandakan kondisi kandungan yang lebih lemah. Karena tidak merasakan mual muntah saya tetap beraktivitas seperti biasa saja, bahkan naik motor ke Bogor bersama suami dan Kanzia. Ternyata tetap harus banyak istirahat untuk kehamilan di trimester pertama ini.

Gambar macam-macam keguguran pada wanita (credits by dokterku.co.id)

Penyebab keguguran bukan hanya karna kesalahan ibu dan atau ayah , namun bisa juga karena sejak awal pembuahan sel sperma dan sel telur dalam kondisi kurang optimal, sehingga mengalami kelainan kromosom dan akan meluruh sebelum usia 20 minggu inilah yang dinamakan abortus/keguguran.

Kehilangan janin sebelum usia 20 minggu ini, janinnya dikuburkan saja, tidak harus disholatkan, dikafani, diberi nama dan di-aqiqah-kan seperi layaknya mayit, kecuali usia kandungan sudah diatas 20 minggu. Pun dengan darah yang keluar pasca keguguran dibawah 20 minggu, bukan merupakan darah nifas, melainkan darah istikhadoh sehingga wajib ya tetap sholat dan tiap sholat dibersihkan dulu dan diganti pembalutnya. Hal ini berlangsung sekitar 10 hari.

Setelah ujian ini, saya dan suami juga muhasabah kembali. Masih banyak PR kami berdua sebagai suami istri terutama menjadi ibu dan ayah terbaik bagi Kanzia. Allah menitipkan janin pada kami lalu mengambilnya kembali karna semua titipan akan kembali pada Allah. Begitupun dengan Kanzia. Jadi kami diberi kesempatan oleh Allah untuk memberikan pendidikan terbaik dahulu untuk Kanzia sebelum kembali mempunyai anak.

#writober #RBMIpJakarta #Ibuprofesionaljakarta #Day5 #takut

Diposkan pada Finance Talk, personal talks, RBMIPJakarta, writober

Renjana: Menjadi Ibukpreneur sebagai Jurusan Ilmu di Universitas Kehidupan

Sebelum ke tulisan tentang renjana saya. Pertanyaan nya apa itu renjana? Renjana ya bukan rencana. Lalu, apa itu renjana?

Renjana (bahasa Inggris: passion) adalah perasaan antusiasme yang kuat atau dorongan hasrat terhadap seseorang atau sesuatu. Renjana dapat berkisar dari keinginan yang bersemangat atau kekaguman terhadap sebuah ide, tujuan, atau kegiatan; hingga menikmati sebuah minat atau kegiatan yang antusias; untuk daya tarik yang kuat, kegembiraan, atau emosi terhadap seseorang. (Dikutip dari Wikipedia renjana)

Jadi apa renjana saya?

Ilustrasi ibukpreneur (credits by fitsmallbusiness. com)

Bismillah…renjana saya saat ini dan kedepannya yaitu menjadi ibukpreneur, ini saya tulis di Nice Home Work atau NHW perdana ketika mengikuti matrikulasi Institut Ibu Profesional tahun lalu di tahun 2018. Dan akan saya remake ulang tulisan NHW dsini dengan kemajuan kondisi saat ini, dari renjana saya yang sudah berjalan satu tahun.

——

Menjadi Ibu tentunya harus memiliki banyak ilmu, untuk mendapatkan ilmu itu menurut saya tidak cukup hanya belajar otodidak saja, namun perlu kelas belajar dimana didalamnya ada seorang guru agar lebih terarah . Inilah motivasi saya bergabung bersama Institut Ibu Profesional, dimana bergabungnya saya disini merupakan suatu ikhtiar menjadi Ibu yang lebih baik menjadi madrasah pertama pendidikan anak kedepannya. Alhamdulillah, saya tergabung dalam kelas matrikulasi Jakarta 2 bersama ibu-ibu kece, sehingga saya semakin semangat dalam menuntut ilmu dan tentunya semakin bahagia menjadi Ibu ☺

Stadiun General atau SG IIP sudah berlangsung pekan lalu bersama Ibu Septi, kesan saya sangat amazing, Masya Allah termotivasi sekali dengan jawaban-jawaban luar biasa dari Ibu Septi. Dan, pekan ini materi nya yaitu mengenai adab menuntut ilmu. Masya Allah runtut sekali materi pertama saja tentang “ADAB menuntut ilmu” adab sebelum ilmu, lalu tibalah hal yang dinanti-nantikan yaitu NHW atau Nice Home Work. Dan Bismillah saya akan memulai langkah awal dari sini dengan NHW 1, membuat Visi dan Misi kedepan sebagai sorang Ibu Profesional.

Tentukan satu jurusan ilmu yang akan saya tekuni di Universitas Kehidupan ini?

Bagi saya pertanyaan ini sama saja dengan apa sih impian terbesar saya sebagai seorang istri juga Ibu yang akan mendatangkan pahala dunia juga akhirat nantinya aamiin… dilain sisi, jurusan ilmu ini seperti kendaraan yang akan menghantarkan saya menjadi Ibu Profesional dibidangnya. Setelah saya coba pikirkan dan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi saya saat ini. Bismillah insya Allah jurusan ilmu yang akan saya tekuni kedepannya adalah “IBUKPRENEUR” . Ibukpreneur merupakan gabungan dari 2 kata yaitu Ibu (Ibu-rumah tangga ditambah akhiran k- sebagai ibunya Kanzia) dan entrepreneur (wiraswasta/pengusaha). Jadi kedepannya jurusan ilmu ini akan mengantarkan saya menjadi ibu profesional yang mandiri secara finansial supaya banyak memberi kebermanfaatan bagi keluarga dan lingkungan sekitar insya Allah

Alasan terkuat apa yang saya miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut?

Alasan terkuat saya yaitu ingin menjadi Ibu profesional yang mandiri secara finansial, hal ini terinspirasi dari Ibunda Siti Khadijah, yang merupakan seorang pengusaha wanita yang tangguh, yang mampu membangun bisnis besar dan sukses, sehingga dapat merekrut orang-orang disekitarnya untuk berbisnis (bermanfaat bagi lingkungannya). Selain itu juga dikarenakan pengalaman masa lalu dan inspirasi masa kini. Pengalaman masa lalu dimana ketika Ayah saya meninggal, dan Ibu merupakan ibu rumah tangga yang tidak memiliki usaha apapun sehingga kami (Ibu, saya dan kedua adik saya) harus memulai dari 0,untuk materi bahkan saya harus mencari biaya kuliah dan keseharian dengan mandiri (juga dibantu paman tiap tahunnya). Dan dalam inspirasi masa kini setelah saya menikah yaitu dari ibu mertua saya, yang merupakan seorang ibupreneur (berdagang), sukses menjadi ibu juga banyak membantu perekonomian keluarga, orang lain dan banyak beramal/infaq dan sedekah. Bagi saya, yang harus digarisbawahi mengenai alasan terkuat dalam menekuti ilmu menjadi ibukpreneur adalah, menjadi full mother di rumah, mejadi orang terdekat dan terbaik dalam pengasuhan anak, namun tetap punya penghasilan sendiri untuk berinfaq & sedekah bagi yang membutuhkan (karena ini berasa sekali setelah saya resign dan dirumah saja, jadi tidak bisa rutin lagi berinfaq/sedekah dan memberi uang bulanan untuk ibu dan adik dirumah). Dengan catatan, semua lebih baik jika pengelolaannya diketahui suami.

Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan saya rencanakan dibidang tersebut?

Alhamdulillah sebenarnya saya sudah mulai coba sedikit punya usaha kecil-kecilan, dimulai sejak hamil trimester ketiga, karena kebosanan yang melanda sejak resign kerja (saya orangnya gabisa diem) pada awal tahun 2018 ini, yaitu dengan menjadi reseller buku edukasi anak (saat ini sudah naik level menjadi Book Adviser) dan merintis usaha produksi hijab bersama sahabat. Dan terbaru, Alhamdulillah sejak 6 bulan lalu, di awal 2019 saya bergabung menjadi distributor yang bekerja secara online di sebuah perusahaan teknologi di bidang skincare dan suplemen, hingga saat ini saya fokus dsini . Alhamdulilah setelah gabung disini lebih terasa ada kemajuan finansial dalam hidup saya pribadi, tambahan untuk ibu dan adik juga tanpa harus bergantung pada suami. Hingga saat inipun, saya merasa masih sangat awal dan belum apa-apa. Jadi memang perlu strategi ekstra untuk mencapai tujuan. Berikut catatan kecil strategi saya:

  1. Dimulai dari diri sendiri dulu niatkan dalam hati untuk ikhlas menuntut ilmu, kosongkan gelasnya.

  2. Bekerjasama dengan suami mengenai aktivitas saya dalam menjalani super ibuk(preneur). Karena insya Allah kedepannya akan membuat usaha keluarga bersama suami (yang mengambil S2 bisnis syariah). Dan tentunya akan banyak share bersama suami untuk ilmu dan supportnya.

  3. Konsisten dan komitmen dalam manajemen waktu dan manajemen keuangan antara urusan rumah tangga terutama sebagai istri dan ibu dan urusan bisnis. Seperti kata bu Septi yang membagi waktu menjadi 3 sesi dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, sampai ada waktu untuk bahagia. Insya Allah akan coba menerapkan disiplin waktu ini.

  4. Masuk ke strategi menjadi “Ibukprenuer”, agar dapat menjadi Ibu Profesional kebanggaan keluarga, yaitu dengan mengikuti IP tiap jenjang kelas nya juga Rumbel Menulis ini. ditambah banyak membaca buku parenting dan dipraktekan, selanjutnya banyak bertanya dan sharing dengan orangtua yang sudah lebih senior dalam mendidik anak, share bersama teman-teman seperjuangan juga.

  5. Lalu strategi menjadi “IBUKPRENEUR”, banyak belajar dan sharing-sharing bersama teman yang sudah sukses dibidang onlineshop, gabung dikomunitas para pengusaha/UKM.

    #writober #RBMIpJakarta #Ibuprofesionaljakarta #Day4 #renjana

Diposkan pada ibuk dan kanzia, inspirasi bermain bersama anak, parenting, RBMIPJakarta, writober

Mata: Mengidentifikasi Nama bagian Wajah bersama Kanzia

Ibu-ibu suka bingung main apalagi ya sama anak dirumah? Nah, barangkali aktivitas ibukanzia dan kanzia kali ini bisa menjadi inspirasi ibu-ibu, karena simpel banget loh tapi bermanfaat untuk perkembangan bahasa anak.

Dalam memperkaya bahasa anak, ibuk dan kanzia seringnya membaca buku bersama, sambil menyebutkan gambar yang ada dibuku. Buku favorit kanzia banyak seperti kisah nabi dan juga buku-buku edukasi dari rabbiethole. Nah, kali ini kami akan membaca buku My First Al-Quran Words seri body. Jadi buku ini ada 5 seri isinya ada tentang animal, nature, fruit & vegetable, thing and body.

Permainan kali ini ibuk dan kanzia akan bermain seri body bagaimana permainannya? Simpel, ibuk dan kanzia bermain tebak nama bagian wajah. Aturan mainnya biar asik dan juga edukatif gimana? Ibuk ambil dari buku Islamic Montessori. Dalam buku ini ada banyak permainan atau aktivitas yang edukatif sesuai usia anak dalam berbagai aktivitas seperti: Islamic studies, kognitif, motorik, sensorik dan bahasa. Usia kanzia berada pada tentang 12-24 bulan dan aktivitas mengidentifikasi atau tebak bagian wajah ini, termasuk dalam aktivitas bahasa anak. Dalam buku ini lengkap dibahas mengenai Islamic Montessori dan metode permainan yang sesuai bab juga usia.

Yuk sekarang ibuk akan mulai mengajak kanzia mengidentifikasi wajah seperti mata, hidung, mulut, telinga dan rambut, agar kosakata Kanzia terus bertambah. Kami duduk bersama di karpet dan untuk memulainya ibuk bilang pada kanzia, “Bismillah, hari ini kita akan mengenal nama bagian wajah”, lalu ibuk duduk disamping tangan dominan Kanzia sambil meletakan buku seri body dan mulai membuka bukunya. Halaman pertama ada gambar mata, lalu ibuk katakan pada kanzia, “Ini adalah mata, bisa ucapkan mata?”, Ibuk juga nyambi menunjuk mata ibuk dan Kanzia dihadapan Kanzia. Kanzia pun ikut menyentuh mata ibuk lalu berkata “mata”, katanya degan jelas. “Alhamdulillah Masya Allah, Tabaarakallah Kanzia. Nah fungsi mata untuk melihat. Mata ini ciptaan Allah ya nak. ”

Selanjutnya, kami melanjutkan kebagian wajah yang lainnya seperti hidung, “Kanzia, ini gambar hidung, nah ini hidung ibuk, ini hidung kanzia (sambil menyentuh hidung), hidung ini fungsinya sebagai indra penciuman.” Lalu ibuk ulurkan botol cologne Kanzia dan mengatakan “nah ini wangi, ada lagi nanti bau, kalau kanzia pup itu bau”. Kanzia juga mengatakan, “Hidung wangi bau”

Aktivitas kami lanjutkan dengan bagian wajah lainnya dari mulai rambut, dahi, alis mata, pipi, mulut, bibir, gigi, lidah, dagu dan telinga. Namun, jika Kanzia sudah mulai bosen biasanya ibuk juga menyudahi dengan kalimat “Alhamdulillah, hari ini kita sudah mengenal nama bagian wajah. Besok, insya Allah kita coba kembali ya nak. ”

Aktivitas ini memang sering kami ulangi dalam beberapa kesempatan bermain bersama, karena aktivitas bahasa ini harus sering diulang dan difokuskan, agar anak hafal melalui ucapan dan kata yang berulang-ulang untuk memfokuskan indra pendengaran mereka.

#writober #RBMIpJakarta #Ibuprofesionaljakarta #Day3 #mata

Diposkan pada food, islamic talks, personal talks

Jajan: Buy Halal First

Siapa yang hobi nya jajan tapi cita-cita langsing? Akuuu 😆

Kenapa jajan jadi hal yang menyenangkan bagi kebanyakan orang? Setiap orang pasti punya alasannya, dan kalau buat aku sendiri, pertama jajan itu enak dan simple. Gak perlu belanja bahan kemudian masak sendiri, tapi kita tinggal pesen, duduk lalu makanan datang bisa dimakan di tempat atau dibawa pulang. Apalagi jaman now, makin menyenangkan aja metode jajan ini dengan adanya gofood atau GrabFood dan delivery lainnya. Tinggal pesen lewat HP, nunggu sambil selonjoran, dateng deh… Selamat makan.

Se-simple dan se-enak itu. Bahkan pertanyaan terkenal selama ini “kenapa indomie di warkop lebih enak dibanding bikin sendiri dirumah?” Jawabannya adalah “karna dibikinin.” Jadi kita tinggal makan aja simple, enak kan, tak lupa setelahnya bayar yaaa… Hehe jadi inget deh ujungnya, barangkali hanya bagian ini yang tidak menyenangkan dari jajan. yaitu bayar, otomatis uang jajan berkurang dan buat kebanyakn orang kalau keseringan makan atau jajan diluar itu boros, seperti pepatah ‘klo mau hemat ya masak sendiri dirumah, terjamin halal pula’.

Gambar dari superfood-asia.com

Dan disini lah ujian dari jajan sesungguhnya, selain mengenai hemat uang jajan, ada yang lebih penting bagi seorang muslim yaitu ke-halal-an dari makanan dan minuman yang kita konsumsi. Karena kalau masalah anggaran uang jajan, setiap orang ada prioritas nya ya. Bisa jadi malahan kalau masak sendiri lebih boros, ini pengalaman temen saya di Yogya. Atau misal karena kesibukan kerja dan urusan domestik lainnya, gak sempet masak jadi beli makanan diluar.


Tagar Buy Halal First ini, saya dapatkan dari akun instagram mba Dian Widayanti seorang influencer halal yang kece banget membagi ilmu dan pengalaman di IG Story nny.Nah, mba Dian ini banyak banget kasih info dan insight mengenai makanan dan minuman halal di sekitar kita. Disini bener-bener menyadarkan saya pribadi, untuk lebih berhati-hati dan tidak menganggap enteng mengenai makanan dan minuman yang dikonsumsi dengan pikiran “ah masa haram? Halal lah inimah”. Perlu di garis bawahi bahwa belum sertifikasi halal bukan berarti haram ya.

Bagi umat muslim, ini jadi syarat mutlak ya karna makanan, minuman, pakaian dan pekerjaan halal akan berpengaruh pada dia kita. Hal ini terdapat pada hadist arbain ke-10.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (thayyib), tidak menerima kecuali yang baik (thayyib). Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum mukminin seperti apa yang diperintahkan kepada para Rasul. Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shalih.’ (QS. Al-Mu’minun: 51). Dan Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu.’ (QS. Al-Baqarah: 172). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan seseorang yang lama bepergian; rambutnya kusut, berdebu, dan menengadahkan kedua tangannya ke langit, lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, wahai Rabbku.’ Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram, bagaimana mungkin doanya bisa terkabul.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 1015]

Hm.. Terus gimana nih, duh saya suka jajan dimana-mana.Nah mba Dian ini share juga gimana caranya tau makanan itu halal apa enggak? Atau masih syubhat?

Gambar tamarjasamulia.com

Pertama, untuk resto, kedai , kafe ternama atau yang sudah ada nama dan biasanya mejeng di mall-mal, kita bisa lihat dari sertifikasi halal MUI. Karena belakangan banyak yang tidak diupdate lagi status sertifikasi nya loh. Ini harus jadi perhatian kenapa belum sertifikasi halal, di negara yang mayoritas muslim ini? kenapa gak diperpanjang? Kalau ragu tinggalkan aja ya. Contohnya apa? Bisa melipir ke Hightligt IGs nya mba Dian. Jangan kaget kalau sekaliber nama kaya BreadTalk, J. Co nongol di sana ya hehe. Selain itu sertifikasi Halal MUI ini juga berlaku untuk semua jajanan di supermarket ya. Pastinya kalau ini lebih keliatan sih di kemasannya, perlu hati-hati nih yang suka jajan atau dapet oleh-oleh makanan dari luar negri.

Sertifikasi halal ini gak mudah, gak murah dan gak sebentar. Jadi salut banget sama yang sudah halal sejak dahulu atau awal kemunculan apalagi resto yang udah besar dan terkenal. Misal KFC nih ya, ternyata tempat potong ayam nya yang berpusat di Parung Bogor itu ada Juleha nya. Apa itu? juru sembelih hewan dimana mereka sudah di training dahulu ya. Pas menyembelih pun harus dengan asma Allah. Atau sesuai syariat islam. Mulai dari menyembelih nya aja udah bersyariat islam.Kedua, untuk resto, kedai atau kafe yang udah punya nama kita bisa cek di situs halal MUI ya. Ketikan nama nya disana. Misal belum ada sertifikasi halal, baiknya sih kita bisa make sure ke bagian koki atau e-mail ke Humas nya deh, karna kalua ke pelayannya kurang fahm, dan jawabannya bisa iya saja. Ini saran dari mba Dian dan banyak followersnya yang ikutin saran ini dan banyak dapet jawaban. Dengan cara inilah Chatime yang belum sertifikasi halal akhirnya menegaskan ke-halal-an produknya dan sedang proses sertifikasi halal. Wow masya Allah ya Netizen super!

Bagaimana dengan tempat makan lainnya, apakah itu tempat makan favorit kamu? Cek juga di IGs mba Dian ya hehe..Lebih baik, pasti dan jelas diawal ya. Kalau masih syubhat baiknya ditinggalkan aja dulu sampai jelas ke-halal-an nya. .Ah santai akumah gak doyan jajan di mall atau resto kenamaan paling ya KFC. Aku mah jajan di pinggir jalan aja.Yakin halal gak? Galau dong secara kan ya di kalau jajan di abang-abang atau penjual kaki lima masa kita tanya “Bang, udah sertifikasi halal MUI belum? ” Kalau penjualnya kita tau muslim dan hanya sekedar jajan gorengan gitu ya gausah ditanya juga. Ada keyword titik kritis halal food nya nih. Seperti Chinese food, selain di resto kan banyak penjual kaki lima yang juga jual. Kita bisa pastikan ya seperti apakah menggunakan: Angciu/arak masak, mirin dan sejenis Raja Rasa (ada yg halal ada yg blm halal) ini sih memang bikin masakan jadi lebih enak. Dan saos atau kecap lainnya perlu hati-hati guys. Karena halal bukan sekedar slogan “no pork, no lard” , ada banyak titik kritisnya misal kaya gelato juga kan dari gelatin apa ini? Intinya sih kalau ragu-ragu atau syubhat tinggalkan saja. Lebih berpahala.

Dan yang lagi hits banget nih baru dibahas alot oleh mba Dian, juga rame dibahas netijen sampe ditanggepin produsennya atau penjualnya adalah kopi kekinian. Sejenis kopi kenangan, janji jiwa, pangeran apa lagi ya? Banyak banget deh, deket rumah aku aja tiap pengkolan ada. Harus hati-hati juga karna belakangan di menu kopi nya tercantum ‘rum non alkohol‘ dan juga ‘baileys‘ apa itu? Ya semuanya mengandung alkohol atau kalaupun claim penggunaan rum non alkohol ya baiknya tidak menggunakan kata kopi mengandung rum kan? Apalagi belum sertifikasi halal.

Sebenarnya pada dasarnya kopi itu halal kalau gak di macem-macem-in hehe.. Tapi karena inovasi terus berkembang jadi banyak jenis dan macamnya. Sebagai produsen juga konsumen harus sama-sama cerdas dalam peran nya masing-masing.Saya sendiri jadi bener-bener evaluasi dengan suami untuk hijrah #buyhalalfirst dimanapun dan kapanpun, terutama di resto-resto kenamaan ya.

Sebenarnya ini sudah jadi kesepakatan kami dari awal menikah, setiap ada jadwal jajan diluar kami mencari tau dulu apakah resto yang diidamkan untuk didatangi ini sudah sertifikasi halal? Bahkan sejak ikut aktif nyimak IGs mba Dian jadi ikutan juga DM/e-mail sebelumnya untuk make sure dahulu, karna akhir-akhir ini kami suka yakiniku-an hehe.

Pengalaman kami pernah soalnya kecolongan info J. Co yang udah gak update sertifikais halal nya. Dan lebih memilih chatime dibanding hophop, padahal hophop yang udah sertifikasi n halal. Karena mikir selow sangat selow “ah di Indonesia halal inimah”. Yes kami punya jadwal jajan diluar karna kami menganut sistem makan di rumah lebih hemat dan sehat. Dan ini ngaruh juga dengan proporsi tubuh kami yang proporsional #eaa

Yuk buat jajan yang menyenangkan menjadi lebih berpahala dengan #buyhalalfirst

#writober #RBMIpJakarta #Ibuprofesionaljakarta #Day2 #jajan